Kalau ditanya sejak kapan stand-up comedy benar-benar terasa “ada” di Indonesia, jawabannya mungkin beda-beda.
Ada yang bilang sejak acara kompetisi di TV, sebagian lagi merasa baru benar-benar kenal stand-up dari potongan video di media sosial.
Cuma kita perlu akui, sekarang stand-up comedy bukan lagi tontonan pinggiran. Ia sudah jadi bagian dari hiburan sehari-hari, terutama buat anak muda.
Menariknya, stand-up comedy tumbuh bukan karena dipaksakan, tapi karena pelan-pelan menemukan penontonnya sendiri.
Kenapa ya stand-up comedy sampai punya tempat di hati para peminatnya? Mungkin ini 5 alasan di antaranya!
1. Komedinya Terasa Nyata, Bukan Dibuat-buat
Banyak orang suka stand-up karena ceritanya terdengar seperti obrolan bareng teman sendiri.
Kadang soal keluarga, kerjaan, bahkan cuma soal naik motor kehujanan atau ribetnya urusan administrasi.
Hal-hal yang sebenarnya biasa saja, tapi ketika diceritakan ulang dengan sudut pandang tertentu, jadi lucu aja, gitu!
Penonton tidak merasa sedang “ditampilkan lawakan”, tapi seperti sedang mendengarkan orang curhat. Lalu tanpa sadar malah tertawa.
Ini beda dengan humor yang terlalu dibuat-buat atau terlalu mengandalkan gimmick.
Stand-up terasa lebih jujur dalam artian ceritanya memang diambil dari pengalaman hidup, bukan sekadar karangan. Sepakat?
2. Komikanya Terasa Seperti Orang Biasa
Salah satu alasan stand-up cepat diterima adalah karena komikanya tidak selalu terlihat seperti “artis”.
Banyak komika tampil apa adanya, bahkan kadang terlihat canggung. Tapi justru itu yang bikin penonton merasa dekat.
Ada komika yang terlihat seperti pegawai kantoran, persona seperti mahasiswa biasa, atau karakter yang tampil dengan gaya sederhana tanpa banyak polesan.
Ini membuat jarak antara penonton dan komika jadi lebih tipis. Seolah-olah, “Oh, orang kayak gue juga bisa berdiri di panggung dan cerita.”
3. Media Sosial Bikin Stand-Up Mudah Ditemukan
Harus diakui, media sosial punya peran besar.
Banyak orang yang awalnya tidak tertarik stand-up, akhirnya jadi suka hanya karena sering lewat di timeline. Satu potongan video lucu bisa membuat orang berhenti scroll, lalu nonton sampai habis.
Kamu gitu juga, nggak?!
Dari situ, akhirnya muncul rasa penasaran. Mulai cari video lain, lalu kenal komika lain, dan seterusnya.
Prosesnya alami. Tidak terasa seperti sedang “dipromosikan”.
Media sosial juga membuat stand-up tidak harus selalu serius. Ada materi yang pendek, ringan, bahkan isinya cuma keresahan kecil tapi ngena.
4. Selera Humor Penonton Ikut Berubah
Kalau dibandingkan dulu, selera humor penonton sekarang memang agak berbeda.
Nggak sedikit orang mulai menikmati humor yang tidak langsung lucu di awal, tapi baru “kena” di belakang. Humor yang butuh konteks dan cerita.
Ini mungkin karena penonton juga terbiasa dengan konten panjang di podcast, video opini, atau cerita-cerita personal di internet.
Jadi ketika menonton stand-up, mereka lebih sabar mengikuti alurnya.
Stand-up tidak lagi dianggap sebagai hiburan kosong. Ada premis yang mengajak mikir sedikit. Dan ternyata, banyak orang justru menikmati bagian itu.
5. Bisa Mengkritik Tanpa Terlihat Menggurui
Satu hal lain yang membuat stand-up bertahan ialah kemampuannya menyentuh isu sosial tanpa membuat suasana tegang.
Banyak komika menyelipkan kritik soal kebiasaan masyarakat, sistem yang ribet, atau fenomena sehari-hari yang sebenarnya bikin kesal.
Namun karena dibungkus dengan humor, pesannya terasa lebih ringan. Penonton tertawa dulu, baru setelah itu sadar bahwa yang dibahas sebenarnya serius.
Ini cara yang cukup efektif, apalagi di masyarakat yang beragam seperti Indonesia.
Tidak semua kritik harus disampaikan dengan nada keras, kok. Kadang, lewat tawa justru lebih mudah diterima. Setuju?
Tumbuh Karena Berbagai Faktor
Stand-up comedy di Indonesia tumbuh karena banyak hal kecil yang saling mendukung. Bukan karena satu faktor besar saja.
Mulai dari cerita yang dekat, komika yang terasa nyata, media sosial, perubahan selera humor, sampai cara menyampaikan kritik yang lebih santai.
Selama masih ada hal-hal sehari-hari yang bikin orang menghela napas lalu tertawa, stand-up comedy sepertinya akan terus relevan.
Tertarik membahas sisi hiburan yang menarik dan relevan dengan kehidupan pop anak muda? Kamu bisa nemuin artikel serupa di citylaxthemovie.com.
Siapa tahu, ada pop lifestyle lain yang cocok kamu ikuti!




