Rumor Guardiola Ke Juventus, Sempat Membuatnya Sangat Marah! Kira-kira Fakta Atau Hoaks?

Rumor Guardiola Ke Juventus, Sempat Membuatnya Sangat Marah! Kira-kira Fakta Atau Hoaks?

Berita terbaru datang dari rumor seputar kedekatan dengan klub Juventus beredar luas dengan pelatih berusia 48 tahun, Manchester City, Josep Guardiola dimana sempat ramai dibicarakan pada musim panas ini. Ternyata, di balik layar, pria asal Spanyol tersebut tidak terima bahkan sampai marah dengan isu tersebut.

Apa sebabnya awal berita itu di mulai ya? Ternyata semuanya dimulai saat Juventus ditinggal oleh pelatihnya, Massimiliano Allegri, memutuskan hengkang pada bulan Mei lalu. Pria berumur 52 tahun itu merupakan sosok berprestasi yang berhasil menyumbang 11 gelar kepada Bianconeri dalam kurun waktu lima tahun. Sampai akhirnya saat ini datanglah pelatih anyar Maurizio Sarri.

Tidak hanya itu, Allegri merupakan satu-satunya pelatih yang berhasil membuat sejarah karena mengantarkan Juventus mencapai final Liga Champions sejak kembalinya dari Serie B tahun 2007 lalu. Sehingga pelatih yang selanjutnya tak bisa ditunjuk dengan sembarangan. Dan tentunya melewati proses yang tidak mudah.

Nah pria berkebangsaan Spanyol, Guardiola ini akhirnya disebut-sebut sebagai kandidat terkuatnya. Di musim panas kemarin, namanya terus dikaitkan dengan Juventus dan bahkan disebut sudah hampir berlabuh di Turin. Namun pada akhirnya saat ini Juventus sudah berhasil mendatangkan pelatih anyar dengan memilih Maurizio Sarri sebagai nahkoda selanjutnya.

Guardiola Tidak Terima Dan Marah

Selama namanya terus disebut-sebut, Guardiola pribadi tidak terima dan sudah sering menepis rumor tersebut saat ditemui awak media. Namun perkataannya tak sanggup membendung pemberitaan yang terus ramai dibicarakan. Dan para media pun tidak puas dan terus saja memberitakan yang tidak benar adanya.

Sampai akhirnya, direktur Manchester City, Alberto Galassi, mengungkapkan bahwa pria asal Spanyol tersebut sangat marah dan tidak terima karena diberitakan seperti itu. Itupun tidak sekali namanya di bawa-bawa. Dari pengakuannya, Guardiola merasa perkataan yang telah ia lontarkan tak dipercaya oleh publik dan malah menyebarkan yang bukan faktanya. Berikut ini tanggapan dari dirinya.

“Guardiola awalnya marah dan sangat kecewa, sebab ia tak senang jika tidak dipercaya. Klub yang serius mencapai kesepakatan jauh sebelum waktunya, berita di menit-menit akhir seperti ini tak pernah nyata,” ujar Galassi kepada┬áSky Sport Italia.

“Dia sangat kecewa dengan situasi tersebut, namun menjelang akhir dia berubah dari marah menjadi tertawa. Bahkan ayah saya berpikir bahwa dia telah tiba di Juve hingga akhir, dan saya selalu memberi tahu dirinya bahwa itu takkan terjadi,” lanjutnya.

Pelatih Terbaik Tanpa Gelar Liga Champions

Jika kita bisa ulas sedikit tentangnya. Yang memang tidak bisa dimungkiri, Guardiola merupakan salah satu pelatih terbaik yang dimiliki Manchester City sejak diambil alih Sheikh Mansour pada tahun 2008 lalu. Ia sudah menunjukkan jika dirinya bertanggung jawab atas kesuksesan the Citizens meraih trofi Premier League selama dua musim terakhir.

Walaupun memang masih ada satu gelar yang masih absen dari lemari trofi Manchester City yaitu Liga Champions. Padahal, ia cukup akrab dengan piala tersebut sewaktu masih menukangi Barcelona dulu.

Galassi sendiri enggan memberikan beban yang terlalu berat kepada pria berumur 48 tahun tersebut. Sebab, meraih gelar Liga Champions katanya bukan perkara yang mudah. Seperti perkataan yang ia dengarkan dari legenda Brasil, Kaka, beberapa waktu lalu. Berikut ini percakapan tambahan darinya.

“Saya selalu ingat sesuatu yang Kaka katakan kepada saya: menjuarai Liga Champions itu lebih sulit dari Piala Dunia. Itu karena di Piala Dunia, anda membutuhkan sesuatu untuk mempermulus jalan anda selama sebulan,” tambahnya.

“Namun di Liga Champions, keberuntungan harus berada di sisi anda di sepanjang musim,” tutupnya.