Perihal Kasus Romelu Lukaku Akibat Perlakuan Negatif, Cagliari Enggan Fansnya Dicap Rasis

Perihal Kasus Romelu Lukaku Akibat Perlakuan Negatif, Cagliari Enggan Fansnya Dicap Rasis

Cagliari baru-baru ini menyatakan dukungannya kepada striker anyar Inter Milan berusia 26 tahun, Romelu Lukaku, yang mendapatkan perlakuan negatif di markasnya, Sardegna Arena. Namun mereka tak ingin publik menggeneralisasi fans setianya dengan cap rasis.

Momen kurang menyenangkan tersebut terjadi dalam laga pekan kedua Serie A yang mempertemukan Cagliari dan Inter di Sardegna Arena pada hari Senin tanggal 2 September 2019 kemarin. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan perolehan skor 2-1 untuk kemenangan Inter Milan.

Awal mulanya, Lukaku hendak mengeksekusi penalti yang kemudian berujung pada gol kedua Inter Milan di laga itu. Agar penyerang asal Belgia tersebut gagal melakukan tugasnya, sejumlah fans Cagliari berinisiatif untuk mengintimidasi dengan perlakuan rasis.

Namun Lukaku tetap kuat dan intimidasi tersebut tidak berlaku untuk mantan penyerang Manchester United itu. Lukaku tetap berhasil mengecoh penjaga gawang Cagliari dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Inter Milan. Sangat luar biasa dan hasil yang membanggakan.

Pernyataan Cagliari

Momen kontroversial tersebut mengundang perhatian penikmat sepak bola dari seluruh penjuru dunia. Juga membuat Cagliari angkat bicara ke hadapan khalayak ramai. Melalui pernyataan resminya, klub berjuluk Rossoblu itu justru menyatakan dukungannya kepada Lukaku.

“Klub menegaskan – sekali lagi – niat untuk melacak, mengisolasi, dan melarang individual bodoh itu, yang tindakan juga sikap memalukannya menentang nilai yang Cagliari Calcio sedang promosikan dalam setiap inisiatifnya. Setiap hari,” buka pernyataan klub seperti yang dikutip dari Football Italia.

“Cagliari Calcio tak ingin meremehkan apa yang terjadi semalam, mendukung nilai moral terhormat orang-orang dari setiap seksi stadion, namun dengan tegas menolak tuduhan berlebihan dan stereotip konyol yang ditujukan kepada fans Cagliari serta rakyat Sardinia, yang sama sekali tak dapat diterima,” lanjutnya.

“Dukungan penuh kami ditujukan untuk Romelu Lukaku dan lebih kuat lagi kepada komitmen terhadap memusnahkan salah satu wabah yang mempengaruhi sepak bola serta dunia secara umum,” tandasnya.

Rasisme Tengah Disorot

Kasus rasisme tersebut bisa terjadi karena yang menyebabkannya yaitu oknum fans Cagliari yang sejatinya sudah sering terjadi. Dua penggawa Juventus, yaitu Moise Kean dan Blaise Matuidi, merupakan korbannya.

Bahkan sebagian dari publik masih mengingat bagaimana Kean diserang umpatan rasis dari fans Cagliari dalam laga lanjutan Serie A bulan Maret lalu. Kean pun membalasnya dengan provokasi saat berhasil mencetak gol kedua Juventus di laga tersebut.

Perhatian terhadap kasus rasisme memang sedang digalakkan dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir. Di Inggris sendiri, Paul Pogba dan Marcus Rashford yang merupakan penggawa Manchester United juga mengalami pengalaman serupa.

Bedanya, serangan kepada kedua pemain tersebut hanya terlihat di media sosial saja. Namun ironinya, ejekan bernada rasis itu justru datang dari sejumlah oknum penggemar Manchester United. Semoga saja para pemain tetap fokus saat menjalankan laga selanjutnya. Walaupun sangat mengganggu tapi buktikan dengan perolehan gol yang bisa di raih itu juga merupakan satu harapan bagi para pendukung yang memang memberikan support dengan cara yang bijak.